:

Tuesday, January 31, 2012

Tema: Food

Sebelum mengajar bahasa Inggris dengan tema food kepada siswa Sekolah Dasar, bisa melakukan apersepsi misalnya dengan menanyakan tentang makanan apa yang mereka makan sebelum berangkat sekolah. Satu demi satu atau secara acak hanya beberapa anak bisa diberi pertanyaan seperti itu. Setelah mereka menjawab, kemudian guru menjelaskan topic pembelajaran yaitu mengenai food dan jenis-jenisnya (misal: rice, bread, soup, fried chicken, etc).

• Jenis permainan
Gerak dan tim.

• Tujuan
Mengenalkan kosa kata baru dalam bahasa Inggris mengenai food dengan teknik mengingat dan menguji ketelitian, kekompakan, serta ketangkasan.

• Sasaran
Siswa Sekolah Dasar.

• Waktu
20 – 30 menit.

• Materi
Jenis-jenis food yang sering ditemui dan umum, yaitu rice, noodle, bread, soup, fried chicken, meatball, hamburger, etc.

• Alat peraga (media pembelajaran)
1. Empat lembar karton besar.
2. Gambar berbagai jenis food untuk puzzle.
3. Berbagai macam tulisan (keterangan nama food) dalam bentuk flash card mini.
4. Empat buah puzzle sederhana yang berisi gambar bermacam food.

• Persiapan
1. Karton digarisi, ditempeli dengan gambar-gambar food (disusun ke bawah) dan juga sediakan kolom kosong kecil di samping gambar-gambar tersebut. Kolom ini untuk tempat menempel keterangan nama food (flash card).
2. Siapkan tulisan (keterangan nama food) untuk flash card dari kertas putih, HVS atau kuarto lalu diprint dan digunting kecil-kecil. Beri perekat di balik flash card tersebut.
3. Buat puzzle sederhana, bisa terbuat dari kardus bekas atau kertas apa saja yang sedikit tebal. Kemudian gambar berbagai jenis food yang telah disedikan ditempel, tunggu kering atau lem merekat pada media, baru kemudian dipotong-potong dengan pola bebas. Ingat bahwa antara satu puzzle dengan puzzle yang lain diisi dengan gambar yang berbeda. Misalnya pada puzzle pertama diisi gambar food dengan jenis noodle, meatball, bread, soup, etc... Puzzle kedua diisi gambar food dengan jenis rice, hamburger, noodle, meatball, etc… Boleh ada jenis food yang sama tetapi tidak semuanya. Seluruh jenis food yang dipakai, baik dalam puzzle maupun gambar karton termasuk flash cardnya harus sama. Tidak boleh keluar dari materi yang diajarkan (hanya jenis-jenis food yang sering ditemui dan umum).

• Langkah
1. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok kecil (5-7 anak).
2. Masing-masing kelompok diberi satu puzzle dan satu set flash card yang berisi berbagai macam tulisan keterangan nama food seperti yang telah diajarkan dan sesuai dengan gambar dalam karton.
3. Guru menempel karton satu dan yang lainnya secara terpisah, berjarak, kemudian memberi penjelasan singkat mengenai aturan dalam permainan.
4. Guru memberi aba-aba kepada siswa untuk mulai membongkar puzzle dan harus menyusun kembali secara benar.
5. Setelah berhasil menyusun puzzle dengan benar, mereka harus melihat jenis food apa saja yang ada dalam puzzle lalu mencocokan dengan gambar yang ada dalam karton yang telah ditempel. Kemudian memilih flash card yang memiliki tulisan keterangan nama yang sama dengan gambar. Bila siswa telah menemukan, cepat-cepat mereka maju bergantian dalam kelompok itu untuk menempel flash card tersebut di samping gambar yang sesuai.
6. Setelah semuanya selesai, kemudian guru dan siswa bersama-sama mencocokan pekerjaan siswa, apakah susunan puzzle benar atau bukan dan flash card yang ditempel di karton sesuai tidak dengan keterangan gambar yang ada.
7. Guru memberikan feed back (pujian atau applaus) kepada siswa secara keseluruhan karena telah berhasil bekerja dalam kelompok secara baik. Untuk kelompok yang menjawab semuanya benar, bisa menambah feed back khusus, misalnya memberikan mereka hadiah kecil. Hal ini bertujuan untuk membuat siswa yang lain lebih termotivasi untuk lebih giat lagi.


»»  read more...

Monday, January 30, 2012

Melalui yang Singkat

Innalillahi wainna ilaihi raajiuun.. Bendera putih kulihat bertengger di ujung gang tempat tinggalku. Kubelokkan motor cepat! Pasti, karena mulai banyak kerumunan tetangga separuh baya. Mereka datang dari berbagai arah dengan ekspresi yang sama (sedih dan terburu-buru). Yahh, hari ini seperti hari sebelumnya, dirumah sendiri. Adekku satu-satunya sedang pulang ke kampung halaman, maklum musim liburan! Tapi entah kenapa pula, tidak seperti sebelum-sebelumnya, perasaan takut ada, terus mengikuti, serasa aku banyak salah, but I don’t know what that is.

Segera kuhidupkan laptop mini kesayanganku yang sedang duduk manis di tempatnya. Klik.. Laptop hidup!! Kukirim data kampus tadi siang yang sempat tertunda gara-gara internet tiba-tiba mati (time is over). Alhamdulillah hanya perlu waktu sebentar untuk dapat file terkirim ke email teman.

Secepat kilat kusambar HP qwerty berpenutup pink milikku. Jari-jari bermain di atas tombol yang sebagian tulisannya sudah tidak terlihat.

Aku : Assalammualaikum.. Nov, maaf, karena internetnya mati, jadi baru aku kirim filenya sekarang..

Novi : Aku Naini!!!

Sontak aku kagettttt.. Naini?? Who is she? Adakah Naini yang lain selain Naini S teman lamaku yang sekarang (dalam waktu yang sama) sedang ngobrol sama aku!! Astaghfirullah… jantung rasanya jedar jeder kayak bunyi petir di langit.

Mendadak takut, entah takut dari mana!! Kembali kuketik beberapa karakter dan kukirim..

Aku : ???

(BLANK). Nothing respond!!

Simple sebenarnya! Hanya karena Short Message Service kecil begitu saja, rasa takut menjalar, air mata pun jatuh (kebiasaan kalau takut jadi nangis, ckck)*

Kubuka google dan asal mengetik (entah apapun itu)!! Tiba-tiba di waktu yang bersamaan, muncul lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an beserta terjemahnya. Padahal aku tidak membuka link yang berhubungan dengan itu. Semakin lama semakin keras! Subhanallah, aku merasa hatiku bergetar, merasa ada keanehan.

Sejenak aku diam, mencoba meresapi ayat demi ayat!! Tak terasa pula, air mataku jatuh semakin deras, tersedu-sedu. Teringat.. Benar, sehari ini aku telah melakukan banyak kelalaian, tidak memanfaatkan waktu dengan baik padahal sebenarnya banyak urusan (tugas) numpuk, menunggu untuk diselesaikan dan batas akhirnya hanya tinggal satu hari lagi, masyaallah..

Thaaaaa.. Mungkinkah ini peringatan Tuhan? Mungkin bila ada yang mengalami seperti aku, berbeda pendapat tapi aku tetap merasa bahwa ini petunjuk Tuhan!! Tuhan memberiku rasa “takut”, agar aku bangkit berani. Berani melangkah untuk hal-hal yang positif, bermanfaat dan bernilai ibadah, bukan membuang-buang waktu untuk hal-hal yang sama sekali tidak penting, seperti hanya diam tanpa menghasilkan apa-apa (kecuali bermuhasabah). Lebih meningkatkan imtaq tentunya agar selalu dalam bimbingan-Nya.

Puji syukur, setelah mendengarkan lantunan kitab suci, merasa tenang! Perlahan aku kembali seperti sediakala dengan insyaallah harus menghasilkan sesuatu yang lebih baik, hari esok harus lebih bersinar dari hari ini.

Hmm, satu hal penting yang aku pelajari dari kisahku beberapa saat lalu ini, bahwa Allah sangat menyayangi hamba-hambaNya. Dia mengingatkan hamba-Nya ketika mulai lalai melalui hal-hal yang kecil, singkat, cepat dan tidak terduga. Semua itu untuk membuat hamba-Nya kembali pada jalan yang lurus, sesuai syariat. Dia selalu memberikan yang terbaik untuk umat-Nya, walaupun kadang umatnya itu tidak merasa. Astaghfirullah.. Mudah-mudahan aku dan umat muslim lain senantiasa bersyukur, entah sekecil atau sebesar apa pun itu, amiinnnnnnn^^


»»  read more...

Sunday, January 29, 2012

The Importance of Language for Children

Language is a communicative means from someone to the other. It will help interaction between two people easier. Each person had known language when they were children. Language is introduced to children from their parents. Parents must believe that children can use language effectively. Children are pushed by their parents further and harder to improve their ability and knowledge at early ages, include the language itself. Parents may not fear to encourage their children to learn language at an early age; they must be a good parent with their attitude to be able to develop what the children’s have.

Many people discuss about the ways that they can support their children’s language development at home. Actually, there are some ways to make the children can learn language better. For example is family. It means that during a special time and some people call it as a free time when the parents and their children have a rest time, they can make togetherness. Every member of the family sit down in a chair and all of the people watch a movie, such as a cartoon movie or anything else that consists a lot of pictures and sounds. Here, children will find something new in their life with language. They can learn about pronunciations of the movie and the vocabulary too. It helps increase their knowledge of language. Parents give pay attention with what they need and what they want. In this case, parent should be reminded of the importance of helping their children to develop language skill because everything will begin from the language.
»»  read more...

Sunday, February 13, 2011

Sejarah Terbentuknya EYD

Sebelum tahun 1900, ejaan yang dipergunakan untuk bahasa Melayu bermacam-macam. Ada ejaan Klinkert, ada ejaan Van de Wall dan lain-lain. Pada tahun 1900 kepada Ophuysen ditugaskan oleh Pemerintah Belanda menyusun ejaan untuk bahasa Melayu. Ophuysen setelah mengadakan penelitian ke daerah – daerah yang berbahasa Melayu antara lain ke Riau, Sumatera Timur, Kalimantan Barat, dll. Iapun menyusun ejaan bahasa Melayu dengan dibantu oleh Engku Nawawi gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Setelah tugas menyusun itu selesai, maka pemerintah Belanda mengumumkan berlakunya ejaan Ophuysen tahun 1901 untuk bahasa Melayu secara Resmi.

Semenjak tahun itu, sampai tahun 1947, berlaku ejaan Ophuysen. Barulah di bulan Maret 1947, pada waktu Mr. Soewandi menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan berlaku ejaan Soewandi dengan Surat Keputusannya bertanggal 19 Maret 1947 No.264/ Bhg. A. Semenjak saat itu ejaan tersebut bernama ejaan Republik Indonesia dan ejaan bahasa Indonesia, bukan lagi ejaan bahasa Melayu.

Semenjak ejaan Republik yang ditetapkan di Yogyakarta sampai dengan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan tahun 1954, persoalan ejaan tetap jadi salah satu topic pembicaraan, yang terus mendapat perhatian dari kalangan ahli bahasa di Indonesia. Sebab sudah lama terasa ada hal-hal yang perlu disempurnakan demi menampung perkembangan dan penyempurnaan bahasa Indonesia.

Semenjak Kongres di Medan itu, ditetapkanlah suatu panitia Pryono Katoppo untuk merumuskan patokan-patokan baru tentang ejaan bahasa Indonesia. Tetapi panitia ini tidak berhasil merumuskan ejaan baru tersebut.

Pada tahun 1959 diadakan perjanjian persahabatan antara Republik Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu, dengan salah satu usaha mempersamakan ejaan kedua negara itu. Pada waktu itu perutusan Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. Slametmulyana dan dari Persekutuan Tanah Melayu dipimpin oleh Syed Nasir bin Ismail, yang menghasilkan konsep ejaan Melindo (Melayu-Indonesia).

Perkembangan politik selama konfrontasi dengan Malaysia kemudian menggugurkan konsep ejaan Melindo ini.

Dengan munculnya Orde Baru, maka perhatian kepada persoalan bahasa dan penyempurnaannya bangkit kembali, terutama oleh usaha Lembaga Bahasa dan Kesusastraan yang tahun 1968 bernama Lembaga Bahasa Nasional yang kemudian menjadi pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa hingga sekarang. Atas usaha dan dorongan badan inilah program pembakuan bahasa Indonesia di segala bidang makin digalakkan. Disusunlah konsep ejaan secara menyeluruh dan setelah melalui berbagai diskusi, seminar, dan loka karya, di Indonesia dan pertemuan beberapa kali dengan perutusan Malaysia dengan perutusan Indonesia maka keluarlah Surat Keputusan Menteri P dan K tanggal 20 Mei 1972 no.03/A.I/ 72, yang pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu diresmikanlah pemakaian ejaan baru tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1972 dengan nama Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).


»»  read more...

Saturday, January 8, 2011

Manajemen dan Pelaksanaan Dakwah

Berbicara tentang dakwah adalah merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam ajaran agama Islam sebab dengan berdakwahlah ajaran agama Islam dapat disampaikan kepada seluruh lapisan umat manusia, baik yang sudah memeluk agama Islam maupun yang belum memeluk agama Islam. Oleh karena itulah maka berdakwah atau kegiatan mengajak umat manusia masuk ke dalam jalan Allah dalam seluruh aktifitas hidup dan kehidupan sudah menjadi tugas setiap umat Muslim, sebab umat Muslim dilahirkan sebagai umat terbaik bagi manusia. Tugas dan kewajiban berdakwah tersebut tentu saja dilakukan sesuai dengan cara dan kemampuan masing-masing individu Muslim.

Pada awalnya manajemen digunakan dalam dunia bisnis, industry, dan bidang-bidang usaha lainnya. Kini hampir seluruh bidang yang melibatkan orang banyak memerlukan manajemen untuk terlaksana mekanisme yang baik. dalam berdakwah ilmu manamen juga diperlukan agar pengelolaan dakwah biasa dilaksanakan semaksimal mungkin dengan hasil yang besar. Oleh karena itu ilmu manajemen sangat di perlukan dalam kita mengelola dakwah pada saat ini, sehingga dakwah bisa terus berjalan dan berperan sebagai perubahan ke masyarakat yang lebih baik.

Kegiatan dakwah bukan hanya mencakup sisi ajakan (materi dakwah) saja, tetapi juga seluruh unsur yang terkait dengan dakwah yang dapat menjalankan secara efektif tujuan dari apa yang dikehendaki oleh maksud dan tujuan dakwah itu sendiri. Aktivitas dakwah dapat berjalan secara efektif bila mana apa yang menjadi tujuan benar-benar dapat dicapai, dan dalam pencapaiannya dikeluarkan pengorbanan-pengorbanan yang wajar. Atau lebih tepatnya jika kegiatan dakwah yang dilakasanakan mengandung unsur-unsur manajemen dakwah, maka pelaksanaan dakwah dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan agar tujuan tercapai. Namun aktivitas dakwah ternyata tidak cukup membutuhkan kesholehan dan keikhlasan bagi para aktivisnya, tetapi juga dibutuhkan kemampuan pendukung berupa manajemen. “Kebaikan yang tidak terorganisir, akan dapat dikalahkan oleh kemunkaran yang terorganisir dengan baik”, demikian sayyidina Ali ra. berujar. Disinilah pentingnya manajemen dalam dakwah, yaitu kemampuan untuk mengumpulkan dan mengelola seluruh potensi dakwah (internal dan eksternal), memberdayakannya, dan menggunakannya sebagai kekuatan dalam melakukan dakwah.
»»  read more...

Friday, January 7, 2011

Reparasi Patah Tulang

Patah tulang atau fraktur adalah retaknya tulang, biasanya disertai dengan cidera di jaringan sekitarnya atau putusnya kesinambungan fungsi suatu tulang. Seringkali tulang patah secara keseluruhan, tetapi terkadang hanya satu sisinya saja dan apabila seperti itu disebut “tulang retak”. Kasus “tulang retak” ini sering dialami pada anak-anak.

Patah tulang dapat dibedakan menjadi:
1.Patah tulang tertutup (patah tulang simplek)
Tulang yang patah tidak tampak dari luar karena tulang tidak menembus kulit.
2.Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk)
Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan. Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi daripada patah tulang tertutup.
3.Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan)
Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang. Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh karena osteoporosis.
4.Patah tulang karena tergilas
Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi beberapa pecahan tulang. Jika aliran darah ke bagian tulang yang terkena mengalami gangguan, maka penyembuhannya akan berjalan sangat lambat.
5.Patah tulang avulsi
Disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut melekat. Paling sering terjadi pada bahu dan lutut, tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit.
6.Patah tulang patologis
Terjadi jika sebuah tumor, biasanya kanker yang tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh. Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cidera ringan atau bahkan tanpa cidera sama sekali.

Fraktur atau patah tulang dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Jika fraktur ditemukan pada saat pemeriksaan, maka disebut klasifikasi secara klinis (Clinical Classification). Jika fraktur diidentifikasi melalui hasil pemeriksaan foto X-ray, dimana hal ini menghasilkan pengamatan yang lebih akurat, maka disebut klasifikasi secara X-ray (X-ray Classification). Fraktur dapat juga diklasifikasikan berdasarkan beberapa faktor yang menyebabkan tulang menjadi rapuh sehingga mudah patah. Cara seperti ini digolongkan sebagai klasifikasi secara fisiologis (Physiological Classification).

Klasifikasi fraktur secara klinis:
1.Fraktur sederhana (Simple fracture)
Secara umum dikenal sebagai fraktur biasa atau fraktur tertutup. Fraktur sederhana hanya melibatkan tulang dan jaringan lunak di sekitar daerah terjadinya patah. Tidak ada kulit yang terluka, tidak melibatkan syaraf ataupun pembuluh darah. Kadang-kadang kemunculan fraktur menutupi cidera yang lebih serius. Jika tidak ditangani akan berkembang menjadi cidera yang lebih parah, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya fraktur komplikasi.
2.Patah riuk (Compound fracture)
Disertai luka berhubungan dengan tulang yang patah. Resikonya adalah terjadi infeksi yang menetap pada tulang sehingga akan sulit untuk dihilangkan. Jika terjadi fraktur yang disertai dengan luka pada kulit sekitarnya, harus dilakukan tindakan sehingga luka dapat ditangani dalam keadaan steril, misalnya di dalam ruang operasi. Luka tersebut harus ditutupi menggunakan dressing steril. Jarak luka biasanya tidak terlalu jauh dari tempat terjadinya patah. Tulang yang patah menyobek dan membuat lubang kecil pada kulit dan masuk kembali ke dalam. Lubang pada otot akan mengering dan terkontaminasi menyebabkan sebagian kain dari pakaian terjepit pada ujung tulang. Luka harus dibuka dan semua benda atau jaringan yang telah mati harus dikeluarkan. Jika luka hanya ditutup saja akan mengakibatkan infeksi yang lebih besar. Patah riuk dibagi menjadi dua, yaitu patah riuk langsung dan tidak langsung. Patah riuk langsung apabila benda yang menancap di kulit langsung merusak tulang. Sedangkan patah riuk tidak langsung terjadi saat tulang keluar dan merobek kulit.
3.Fraktur komplikasi (Complicated fracture)
Melibatkan jaringan utama lainnya, seperti urat syaraf, pembuluh darah atau organ vital lainnya seperti paru-paru. Disertai dengan komplikasi khusus dan akan bertambah parah jika tidak ditangani dengan benar.
4.Fraktur bintang (Stellate fracture)
Disebabkan karena tulang pipih terbentur dengan benda keras pada satu titik, misalnya karena tendangan atau peluru yang masuk ke dalam tempurung lutut. Hal ini menghasilkan retakan berbentuk bintang, seperti halnya pecahan kaca yang pecah karena batu. Fragmen tulang tempurung (patella) ditahan oleh otot quadriceps yang melingkarinya. Patah tulang yang seperti inilah yang sering terjadi.

Klasifikasi fraktur berdasarkan foto X-ray.
Ditampilkan kondisi tulang dan sering dijadikan acuan untuk memperkirakan arah dan besarnya tekanan yang mematahkan tulang.
1.Fraktur melintang (Transverse fractures)
Merupakan cidera khusus yang disebabkan oleh tekanan langsung. Pada kondisi ini, posisi ujung tulang bergeser dan membentuk sudut. Sudut disebabkan oleh adanya tekanan tetapi pergeseran disebabkan oleh adanya tarikan dari otot yang menempel pada ujung tulang yang berbeda. Hal ini menarik sebagian tulang pada sisi yang patah dan harus diperhatikan karena dapat menyebabkan fraktur bertambah parah.
2.Fraktur melingkar (Spiral fractures)
Terjadi pada saat kaki terpelintir atau membelit dengan telapak kaki tertahan, misalnya kecelakaan pada kaki saat bermain ski. Fraktur ini sulit ditahan sesuai dengan panjangnya karena ujung tulang yang patah terlalu tinggi. Jika terjadi pada tulang kaki, foto X-ray bekerja secara hati-hati karena kadang-kadang fibula terlihat utuh, padahal terjadi fraktur pada tulang di sekitar lutut dan harus dipastikan bahwa urat syaraf yang ada disekitarnya dapat bekerja dengan baik sebelum dan sesudah gips dipasangkan.
3.Fraktur miring (Oblique fractures)
Posisi tulang terangkat lebih tinggi. Ujung tulang menjadi runcing dan dapat merobek jaringan lainnya, sehingga fraktur akan berkembang menjadi fraktur yang disertai komplikasi.
4.Comminuted fractures
Terjadi dimana tulang patah menjadi beberapa bagian, sebagian menjadi lebih kecil dengan sedikit aliran darah. Walaupun pulih dalam waklu lama, kadangkala tidak dapat disatukan tanpa adanya tindakan operasi. Disebabkan oleh tekanan yang sangat besar. Kerusakan jaringan lunak sangat banyak, disertai pembengkakan. Pemasangan gips sirkumferensial sebaiknya diberi jarak karena memperhitungkan adanya pembengkakan.
5.Fraktur terjepit (Impacted fractures)
Terjadi pada orang-orang yang berusia lanjut dan disebabkan oleh jatuh sehingga ujung tulang saling berbenturan oleh adanya tekanan atau disebabkan oleh kontraksi otot. Fraktur seperti ini sulit terdeteksi. Contohnya patah tulang pada pergelangan tangan.
6.Fraktur tertekan (Depressed fractures)
Ketika tulang pipih terbentur benda keras, akan menekan tulang ke dalam. Contohnya tulang tengkorak dan pelvis.

Klasifikasi fraktur berdasarkan faktor fisiologis:
1.Greenstick fractures
Terjadi pada tulang anak-anak yang masih lunak. Jaringan tulang membengkok walaupun tidak terjadi patah. Tulang tersebut patah pada sisi luar (Cortex) dan efek bengkoknya terlihat pada sisi lainnya.
2.Fraktur patologis (Pathological fractures)
Disebabkan oleh penyakit sehingga tulang menjadi lemah dan mudah patah hanya dengan adanya sedikit tekanan. Terkadang disebabkan oleh penyakit, misalnya osteoporosis dan tumor tulang.

Fraktur didiagnosa melalui riwayat kecelakaan dan pemeriksaan pasien secara klinis. Juga dapat berdasarkan foto rontgen X-rays. Foto rontgen bisa menunjukkan adanya patah tulang. Jika tulang mulai membaik, foto rontgen juga digunakan untuk membantu penyembuhan penderita patang tulang. Tetapi kadang perlu dilakukan CT scan atau MRI untuk bisa melihat dengan jelas daerah yang mengalami kerusakan. Keadaan lainnya yang bisa dilakukan dengan tes DXA (Dual Energy Ray Absorptiometry). Tes ini tidak menimbulkan rasa nyeri dan hanya dilakukan dalam waktu 5 sampai 15 menit saja.
Sebagian besar patah tulang disebabkan karena cidera, seperti kecelakan mobil, olah raga atau jatuh. Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang. Dengan tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang.

Jenis dan beratnya patah tulang dingaruhi oleh:
- Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang.
- Usia penderita.
- Kelenturan tulang.
- Jenis tulang.

Gejala patah tulang disebabkan rasa nyeri yang sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk, apalagi jika tulang yang terkena digerakkan. Menyentuh daerah sekitar patah tulang bisa menimbulkan rasa nyeri. Alat gerak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita tidak dapat menggerakkan lengannya, berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan tangannya. Darah bisa merembes dari tulang yang patah, kadang dalam jumlah yang cukup banyak dan masuk ke dalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cidera. Hal lain yang merupakan gejala-gejala atau tanda-tanda awal terjadi fraktur yaitu dengan terjadi pembengkakan pada daerah yang sakit, perubahan bentuk yang disebabkan oleh arah tekanan yang dialami, kehilangan fungsi pada organ-organ tertentu, gerakan yang tidak normal dan crepitus yaitu suara berderak yang disebabkan ujung tulang saling bergesekan.
Fungsi dari penanganan patah tulang yaitu untuk mencegah komplikasi lebih parah. Selain itu juga agar mencegah pendarahan pada daerah patah tulang dan mencegah agar tidak terkena infeksi.

Penanganan pertama pada patah tulang yaitu dengan menghindari gerakan-gerakan atau gesekan-gesekan pada bagian yang patah antara lain dengan pembidaian yaitu penempatan benda keras di sekeliling tulang yang patah atau pemasangan spalk dan gips yaitu pemasangan bahan kapur yang dibungkuskan di sekeliling tulang yang patah dengan menggunakan kayu atau alat yang lain agar kedua fraksi yang patah tidak saling bergesekan dan berguna untuk mencegah masuknya kotoran. Dan bisa juga dengan cara pembedahan internal, yaitu proses pembedahan yang dilakukan untuk menempatkan batang logam atau piringan patah tulang yang patah. Saat pengangkatan, korban harus dalam keadaan vertebranya lurus, korban harus diletakkan pada alas kasur yang keras untuk menghindari cidera syaraf pada vertebra.

Apabila cara-cara penanganan di atas tidak berhasil, maka dapat mencoba cara-cara atau langkah-langkah lain yaitu reposisi, yang artinya mengembalikan ke posisi semula atau seperti sedia kala dengan cara tarikan, membenarkan posisi tulang, dengan fiksasi atau pengikatan, yaitu pengikatan antara dua ujung persendian antara tulang patah dengan gips dan balutan, kurang lebih memakan waktu 1 bulan dan yang terakhir pasien ditempatkan di tempat tidur selama kurang lebih 3 bulan dan diberi obat-obatan.

Jika semua cara tersebut belum bisa membuat pasien sembuh, maka cara yang terakhir adalah operasi. Penderita akan memakai platina setelah operasi. Pemakaian platina mempunyai dampak atau efek, misalnya jika organ tubuh pasien tidak dapat menerima benda asing tersebut maka akan terjadi alergi, fisul-fisul atau bahkan luka baru. Setelah dioperasi juga mempunyai dampak, misalnya tulang femur tidak dapat diluruskan, kaki tidak dapat menapak setelah operasi. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kaki dapat menapak kembali.

Proses penyembuhan patah tulang ditandai dengan adanya gumpalan darah yang disebut hematoma. Sel-sel fagositik dan osteoblas merombak sel-sel yang hancur dan serpihan-serpihan tulang. Osteoblas dan sel-sel kartilago mengeluarkan kalus atau masa berpori dari tulang dan dari kartilago yang mengelilingi daerah patah tulang. Kalus itu akan menempati daerah yang ada gumpalan darahnya dan menutup. Nutrisi diperoleh dari pembuluh darah. Osteoblas menghancurkan sisa-sisa tulang yang berlebihan dan akhirnya kembali ke bentuk semula. Proses penyembuhan ini berlangsung selama kurang lebih 6 minggu.

Dalam proses pengobatan yang bertujuan untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya dan memerlukan waktu minimal 4 minggu atau 1 bulan ini, pasien mengkonsumsi kalsium, mineral dan vitamin D. selain itu, diperlukan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit yaitu dengan analgerik. Obat yang digunakan antara lain kalex, bisofonat, alendronat, kalsitonin dan fluroida yang sangat berperan dalam proses penyembuhan dan pengobatan patah tulang.
»»  read more...